Selain kebakaran, bangunan, terutama bangunan industri, juga dihantui oleh risiko lain, yakni ledakan. Ada berbagai jenis ledakan yang dapat terjadi di suatu bangunan, tergantung dari komponen apa saja yang terdapat dalam bangunan tersebut. Sebelumnya kita telah membahas Ledakan Aerosol, salah satu ledakan yang jarang dibahas oleh khalayak umum. Kali ini, kita akan membahas jenis ledakan yang sering kali diabaikan atau diremehkan karena pemicunya yang amat kecil jika dilihat dengan kasat mata – debu. Ya, kali ini kita akan membahas Ledakan Debu, atau yang sering disebut sebagai Dust Explosion.
Kebakaran vs. Ledakan
Secara teknis, perbedaan antara kebakaran dan ledakan dapat dilihat dari proses dan komponen-komponen yang mendukung terjadinya dua kejadian ini. Dilihat dari prosesnya, kebakaran terjadi akibat adanya reaksi kimia eksotermik dari proses pembakaran dimana oksidasi terjadi. Pada kebakaran, biasanya terjadi proses pelepasan energi yang bertahap. Di sisi lain, ledakan terjadi akibat dari pelepasan energi yang sebelumnya telah terakumulasi dan tersuspensi. Dibandingkan dengan kebakaran, ledakan terjadi dengan sangat cepat. Kebakaran belum tentu mengakibatkan ledakan, dan ledakan bisa terjadi tanpa adanya kebakaran.
Selain dari proses pelepasan energinya, perbedaan antara kebakaran dan ledakan juga dapat dilihat dari komponen-komponen yang terlibat ketika dua kejadian ini terjadi. Hal ini dapat dilihat melalui fire triangle dan explosion pentagon. Fire triangle menjelaskan bahwa kebakaran dapat terjadi karena adanya tiga komponen berikut: panas (heat), oksigen/udara (oxygen), dan bahan bakar (fuel). Explosion pentagon menambah dua komponen pada fire triangle. Dua komponen tersebut adalah kurungan (confinement) dan penyebaran (dispersion).
Tentang Ledakan Debu
Menurut National Fire Protection Association (NFPA), debu mudah terbakar adalah padatan partikulat mudah terbakar yang terbagi halus, yang menimbulkan flash fire atau bahaya ledakan ketika tersuspensi di udara atau media pengoksidasi khusus proses pada rentang konsentrasi tertentu. Seperti ledakan pada umumnya, terjadinya ledakan debu juga dapat dijelaskan melalui explosion pentagon. Berdasarkan konsep dust explosion pentagon, ledakan debu dapat terjadi jika terdapat lima komponen berikut: debu mudah terbakar (combustible dust), oksigen/udara (oxygen), pengurungan awan debu (confinement of dust cloud), panas/sumber api (ignition), dan penyebaran partikel debu (dispersion of dust particles).
Untuk memahami ledakan debu dengan lebih mudah, mari kita perhatikan contoh berikut. Misalkan kita memiliki tepung, dan tepung ini terkena sumber api, kita dapat menyalakan api di bagian atas tumpukan tepung tersebut karena di sana lah luas permukaan dari tepung tersebut berinteraksi dan bereaksi dengan oksigen. Masih dengan tepung yang sama, jika kita menyebarkannya di udara, kita bisa mendapatkan flash fire. Sekarang, jika menyebarkan tepung tersebut di dalam ruang tertutup, kita mendapatkan confinement. Tereksposnya confinement of dust cloud terhadap panas/sumber api menyebabkan tekanan pada ruang tertutup tersebut meningkat. Pada titik tertentu, tekanan tersebut menjadi sangat besar hingga melebihi tekanan maksimum yang dapat ditanggung oleh ruang tertutup dan terjadilah ledakan.
Perlu kita ingat bahwa pembakaran hanya dapat terjadi pada permukaan suatu benda padat atau cair. Dengan massa yang sama, debu dengan ukuran yang lebih kecil akan menghasilkan luas area yang lebih besar. Semakin besar luas area total, semakin cepat pula debu tersebut terbakar dan ledakannya juga semakin besar.
Debu Mudah Terbakar
Debu mudah terbakar dapat meliputi:
sebagian besar bahan organic padat (tepung, gula, kayu,biji-bijian, dll.)
material yang mengandung karbon (arang, jelaga, dsb.)
serat tekstil
beberapa bahan anorganik bukan logam
Debu mudah terbakar biasanya dihasilkan dari material yang mudah terbakar pula. Namun, tidak semua debu mudah terbakar berasal dari bahan yang mudah terbakar. Beberapa dari bahan yang telah disebutkan di atas “biasanya” tidak mudah terbakar, tetapi dapat terbakar atau bahkan meledak jika ukuran partikel dan konsentrasinya tepat.
Oleh karena itu, setiap aktivitas yang menimbulkan debu harus dianalisis untuk melihat adanya risiko debu yang dihasilkan merupakan debu mudah terbakar dan dapat menyebabkan terjadinya ledakan debu. Debu dapat terkumpul hampir di semua permukaan benda atau peralatan. Jika ternyata terdapat potensi ledakan debu, penumpukan debu yang sangat kecil pun dapat mengakibatkan kerusakan yang serius.
LOOKING FOR PROMO DETAILS? $5000 PROMOCODE ★ CHECK PROMO DETAILS
1s276j